Friday, October 1, 2010

pentingnya sdm(tenaga kerja yang berkualitas)

Salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam kerangka pembangunan nasional adalah menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM ini berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia untuk mengisi kesempatan kerja di dalam negeri dan di luar negeri

Dari penyelenggaraan bursa kerja yang dilaksanakan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan, perluang kerja yang ditawarkan tidak bisa diisi oleh pencari kerja karena tidak memenuhi kualifikasi. Padahal, bursa kerja diperuntukkan untuk lulusan SMU dan perguruan tinggi atau yang sederajat.

Dari permasalahan tersebut, dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan formal dan pelatihan serta masyarakat sebagai pedoman dalam meningkatkan daya saing SDM agar dapat bersaing di era pasar bebas. Hal ini mengingat cukup banyak pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan kurang memperhatikan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Sehingga relatif banyak tenaga kerja yang belum siap untuk terjun ke dunia kerja.

Fenomena abad 21 telah menyebabkan terjadinya perubahan pada dunia kerja yang mengarah kepada sistem pengembangan tenaga kerja atau SDM yang bersifat profesionalisme. Karena dunia usaha harus berkompetisi, maka pasar kerja juga semakin ketat. Sehingga dunia kerja membutuhkan kompetensi seperti pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku.

Kebutuhan dunia usaha akan komponen kompetensi tersebut juga didukung dengan hasil studi JICA tahun 1996 tentang Engineering Manpower Development Plannning, yang salah satu hasilnya, bahwa dari komponen kompetensi, maka sikap angkatan kerja lulusan perguruan tinggi menduduki ranking pertama dalam seleksi penerimaan tenaga kerja dunia usaha. Sehubungan dengan itu, maka perlu kebijakan dari dunia pendidikan dan pelatihan untuk menyesuaikan kurikulumnya.

Dalam perubahan dunia kerja tersebut diperlukan pembaharuan pelatihan sebagai terobosan untuk mengimbangi percepatan laju perkembangan teknologi dan manajemen, melalui pelatihan cepat yang ditunjang dengan keunggulan teknologi dan motivasi lainnya. Karena pembaharuan pelatihan cepat memerlukan anggaran yang cukup besar, maka diperlukan partisipasi yang lebih besar dari pihak swasta dalam bentuk investasi pelatihan guna memacu percepatan peningkatan keterampilan tenaga kerja dalam mengimbangi laju teknologi.

Fenomena tersebut perlu juga diikuti dengan perubahan perilaku dan peningkatan keterampilan kerja. Yang secara tidak langsung berkaitan dengan perubahan sistem pendidikan dan pelatihan kerja. Dengan kata lain upaya yang diperlukan dalam rangka reformasi pelatihan perlu diimplementasikan secara nasional.

Lembaga pendidikan sebagai salah satu institusi penghasil tenaga kerja terdidik yang masuk ke pasar kerja, harus memperhatikan proses mendidik untuk dapat menghasilkan SDM yang mempunyai daya saing tinggi di masyarakat. Menghadapi era pasar global dunia pendidikan harus banyak melihat perkembangan yang terjadi di dalam dunia usaha.

Dengan demikian kurikulum yang digunakan paling tidak harus dapat mencerminkan apa yang diinginkan dunia kerja. Sehingga para lulusan perguruan tinggi diharapkan mempunyai daya saing yang tinggi.

Singkatnya, peningkatan kualitas SDM merupakan hal penting, disebabkan adanya kesenjangan antara kualitas yang dimiliki tenaga kerja dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha/industri. Jika dibiarkan, kesenjangan ini menimbulkan dua akibat, yaitu terjadinya pengangguran yang terus meningkat dan rendahnya produktifitas.








Oleh: AnneAhira.com Content Team

tips sukses dalam interview

Jangan terlalu yakin Anda akan lolos interview kerja, meski Anda merasa pintar. Tidak begitu saja perusahaan akan membuka tangan lebar-lebar, jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan dengan cerdas.

Berikut kita sukses interview kerja :

1. Ceritakan tentang diri anda

Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. "Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya," kata Erina. Ketika ditanya hal sederhana seperti "Di mata Anda, siapa anda?" atau "Ceritakan sesuatu tentang Anda", banyak pelamar bingung dan seketika tidak percaya diri.

Berikan jawaban cerdas dan efektif ketika menjawab interview kerja, yang secara implisit menunjukkan Anda merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah. Persiapkan diri dengan baik.

Rasa percaya diri dan menjadi diri sendiri adalah hal terpenting. Buatlah beberapa poin tentang kemahiran, hal-hal yang Anda sukai dan inginkan untuk masa depan. Berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.

2. Hati-hati pertanyaan jebakan

Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diinterview kerja. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si peinterview, yang membuat Anda seringkali kelepasan bicara. Taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja Anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif.

3. Semangat dan bahasa tubuh

Dalam interview kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik.

Jangan pernah melipat tangan di dada, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata Anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.

Selama interview kerja berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa Anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan.

4. Berapa gaji yang anda minta

Dalam menjawab pertanyaan tersebut dalam interview kerja, Anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan Anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.

Jawablah dengan diplomatis: "Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. .../tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.

Negosiasi mengenai gaji pada saat interview kerja tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.




Oleh: AnneAhira.com Content Team

proposal bisnis yang efektif

Satu hal yang sering menjadi masalah bagi kita ketika sedang memulai usaha seringkali terkait dengan modal awal. Biasanya, untuk menutupi kebutuhan ini, pebisnis perlu mengajukan proposal bisnis ke investor.

Ketika sudah memiliki rencana bisnis yang solid dan realistis, maka saatnya bagi kita untuk mampu menyajikannya dengan baik.

Caranya dengan menunjukkan bisnis plan dan meyakinkan kepada investor tentang keuntungan yang akan didapatkan.

Menulis proposal bisnis sebenarnya pekerjaan yang sangat mudah jika Anda sudah cukup berpengalaman dalam bisnis.

Namun, jika Anda adalah seorang amatir dalam hal ini, tentu saja Anda memerlukan bantuan orang lain untuk melakukannya. Karena, ada bahasa dan etika yang ketat dalam dunia usaha. Anda perlu memerhatikan dengan baik hal ini.

Langkah-langkah berikut ini diberikan untuk membantu Anda dalam membuat proposal bisnis yang efektif :

1. Kumpulkan nasihat dan saran

Proposal bisnis tidak hanya pekerjaan mengumpulkan kata-kata, tetapi lebih pada ide cemerlang yang dikumpulkan dan disusun untuk membuat surat bisnis yang baik. Ini adalah salah satu cara untuk menempatkan maksud Anda agar dapat dimengerti orang lain dan meyakinkan calon investor.

2. Berikan penjelasan mengenai keuntungan dan peluang bisnis

Dalam setiap proposal bisnis, yang penting adalah keuntungan tidak hanya menjadi bagian pemilik usaha, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Berikan penekanan bahwa bisnis Anda menguntungkan bagi audiens proposal tersebut.

3. Memberikan ide-ide utama

Dalam memulai bisnis, sangat penting bagi Anda untuk menggarisbawahi gagasan utama kepada audiens proposal bisnis, sehingga mereka dapat memahaminya dengan jelas. Penyampaian singkat dan langsung pada tujuan utama akan lebih mudah untuk dimengerti dan lebih dihargai.

4. Menekankan perbedaan Anda dengan bisnis lainnya

Sangat penting dalam proposal bisnis, menjelaskan bahwa usaha yang kita jalankan memiliki nilai lebih dari pesaing yang ada. Sebagai contoh, jika restoran memiliki kecenderungan untuk berdiri sebagai hanya sekedar tempat makan, maka restoran lainnya hanyalah duplikat dari yang sudah ada. Jika Anda memiliki sesuatu yang baru dan lebih berharga, maka Anda bisa meyakinkan bahwa Anda memiliki nilai beda yang mampu menarik perhatian konsumen.

5. Menjaga kejujuran dan rasionalitas

Tidak ada proposal bisnis efektif dibandingkan dengan isi yang jujur dan rasional. Jangan menulis gagasan yang praktis dan sulit untuk dicapai. Calon investor pastinya akan selalu berpikir keuntungan realistis yang akan mereka dapatkan.

6. Pertimbangkan audiens Anda

Mengetahui dengan baik mengenai audiens Anda benar-benar sangat penting, sehingga Anda dapat menyesuaikan informasi kepada mereka. Bagi kebanyakan investor, mereka ingin tahu bagaimana Anda akan menjalankan operasi bisnis Anda.

Banyak informasi yang bisa diperhitungkan dalam memulai sebuah bisnis, dan pekerjaan Anda adalah mengedit apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam proposal bisnis anda, dan mana saja yang harus dibuang.

Nah, menulis proposal bisnis bisa menjadi pekerjaan yang mudah, asal Anda bisa mengumpulkan informasi dengan lengkap untuk audiens Anda. Saatnya mencoba!.





Oleh: AnneAhira.com Content Team

pentingnya kerjasama dalam bisnis

Ketika membicarakan kerjasama usaha, mungkin Anda masih ingat ketika masih jaman di sekolah, Anda mendapatkan tugas dengan batas waktu yang ditentukan, dan dikerjakan secara berkelompok yang membutuhkan interkasi antar siswa.

Kadang Anda stress memikirkan tugas ini siang malam, apalagi jika menemukan perbedaan pendapat dengan anggota kelompok. Dan, ketika nilai tugas keluar, apakah hasilnya memuaskan atau tidak, maka nilai itu menjadi milik bersama.

Tim sukses dimulai dan berakhir dengan anggota dan seberapa baik mereka melaksanakan tugas mereka sampai dengan hasil yang telah disampaikan dari pikiran yang beragam.

Begitupun dalam bisnis, kerjasama usaha diperlukan untuk mendapatkan kesuksesan yang menjadi tujuan bersama. Sebagai contoh, jika Anda memiliki usaha makanan, mungkin Anda membutuhkan kerjasama dengan juru masak, beberapa orang untuk menjadi pramusaji.

Atau, jika Anda memutuskan untuk berbisnis waralaba, maka Anda membutuhkan kerjasama dengan pemilik waralaba yang Anda inginkan.

Jika Anda membuka usaha dengan modal minim, maka mungkin Anda akan pergi mencari investor untuk diajak kerjasama. Atau sebaliknya, jika Anda mempunyai banyak uang namun tidak memiliki banyak waktu untuk menjalankan bisnis, mungkin Anda memilih untuk berinvestasi kepada perusahaan lain.

Apapun bentuk kerjasama usaha yang Anda lakukan, da beberapa rambu-rambu yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain. Diantaranya sebagai berikut :

1. Perjanjian tertulis

Jangan pernah meremehkan hal ini. Penting sekali bagi siapa pun untuk melakukan perjanjian tertulis atas kerjasama usaha yang dilakukan, sehingga menghindari perselisihan dan kerugian di belakang hari. Semakin detail isi perjanjian, maka semakin memperjelas konsep kerjasama yang dibangun. Pastikan perjanjian ini memiliki kekuatan hukum, dengan tanda tangan pihak-pihak yang terkait di atas materai.

2. Berdasarkan asas manfaat

Ketika melakukan kerjasama usaha, sebisa mungkin menguntungkan kedua belah pihak. Jika salah satu merasa terugikan, maka kerjasama ini tidak bisa diteruskan. Ini perlu, jika Anda ingin berinvestasi, maka Anda perlu tahu berapa bagi hasil yang akan Anda dapatkan, selama berapa lama, dan apa resiko yang akan Anda hadapi. Anda tidak bisa memberikan uang begitu saja, tanpa mengetahui dengan pasti imbal balik yang akan Anda dapatkan.

3. Berdasarkan asas adil

Apapun yang tercantum dalam perjanjian, hendaknya disepakati. Tidak boleh ada yang berbuat curang, dengan tidak menjalankan kewajibannya. Karenanya, perlu dibuat rincian hak dan tanggung jawab, maupun job description secara mendetail, sehingga masing-masing memahami dan menjalankannya dengan baik. Jika ada yang berbuat curang, maka semuanya bisa diproses melalui jalur hukum, atau kerjasama usaha tidak bisa dilanjutkan.

4. Tidak ada unsur paksaan

Kerjasama usaha harus berdasarkan keinginan pribadi, tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Jika Anda merasa tidak cocok untuk bekerjasama dengan orang lain, Anda tidak perlu memaksakannya. Anda bisa memilih kerja sendiri sesuai kemampuan Anda.

Masih banyak saran lain yang bisa Anda kembangkan dalam melakukan kerjasama usaha. Semoga bermanfaat!





Oleh: AnneAhira.com Content Team