Showing posts with label strategi macam bisnis. Show all posts
Showing posts with label strategi macam bisnis. Show all posts

Friday, October 1, 2010

pentingnya kerjasama dalam bisnis

Ketika membicarakan kerjasama usaha, mungkin Anda masih ingat ketika masih jaman di sekolah, Anda mendapatkan tugas dengan batas waktu yang ditentukan, dan dikerjakan secara berkelompok yang membutuhkan interkasi antar siswa.

Kadang Anda stress memikirkan tugas ini siang malam, apalagi jika menemukan perbedaan pendapat dengan anggota kelompok. Dan, ketika nilai tugas keluar, apakah hasilnya memuaskan atau tidak, maka nilai itu menjadi milik bersama.

Tim sukses dimulai dan berakhir dengan anggota dan seberapa baik mereka melaksanakan tugas mereka sampai dengan hasil yang telah disampaikan dari pikiran yang beragam.

Begitupun dalam bisnis, kerjasama usaha diperlukan untuk mendapatkan kesuksesan yang menjadi tujuan bersama. Sebagai contoh, jika Anda memiliki usaha makanan, mungkin Anda membutuhkan kerjasama dengan juru masak, beberapa orang untuk menjadi pramusaji.

Atau, jika Anda memutuskan untuk berbisnis waralaba, maka Anda membutuhkan kerjasama dengan pemilik waralaba yang Anda inginkan.

Jika Anda membuka usaha dengan modal minim, maka mungkin Anda akan pergi mencari investor untuk diajak kerjasama. Atau sebaliknya, jika Anda mempunyai banyak uang namun tidak memiliki banyak waktu untuk menjalankan bisnis, mungkin Anda memilih untuk berinvestasi kepada perusahaan lain.

Apapun bentuk kerjasama usaha yang Anda lakukan, da beberapa rambu-rambu yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain. Diantaranya sebagai berikut :

1. Perjanjian tertulis

Jangan pernah meremehkan hal ini. Penting sekali bagi siapa pun untuk melakukan perjanjian tertulis atas kerjasama usaha yang dilakukan, sehingga menghindari perselisihan dan kerugian di belakang hari. Semakin detail isi perjanjian, maka semakin memperjelas konsep kerjasama yang dibangun. Pastikan perjanjian ini memiliki kekuatan hukum, dengan tanda tangan pihak-pihak yang terkait di atas materai.

2. Berdasarkan asas manfaat

Ketika melakukan kerjasama usaha, sebisa mungkin menguntungkan kedua belah pihak. Jika salah satu merasa terugikan, maka kerjasama ini tidak bisa diteruskan. Ini perlu, jika Anda ingin berinvestasi, maka Anda perlu tahu berapa bagi hasil yang akan Anda dapatkan, selama berapa lama, dan apa resiko yang akan Anda hadapi. Anda tidak bisa memberikan uang begitu saja, tanpa mengetahui dengan pasti imbal balik yang akan Anda dapatkan.

3. Berdasarkan asas adil

Apapun yang tercantum dalam perjanjian, hendaknya disepakati. Tidak boleh ada yang berbuat curang, dengan tidak menjalankan kewajibannya. Karenanya, perlu dibuat rincian hak dan tanggung jawab, maupun job description secara mendetail, sehingga masing-masing memahami dan menjalankannya dengan baik. Jika ada yang berbuat curang, maka semuanya bisa diproses melalui jalur hukum, atau kerjasama usaha tidak bisa dilanjutkan.

4. Tidak ada unsur paksaan

Kerjasama usaha harus berdasarkan keinginan pribadi, tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Jika Anda merasa tidak cocok untuk bekerjasama dengan orang lain, Anda tidak perlu memaksakannya. Anda bisa memilih kerja sendiri sesuai kemampuan Anda.

Masih banyak saran lain yang bisa Anda kembangkan dalam melakukan kerjasama usaha. Semoga bermanfaat!





Oleh: AnneAhira.com Content Team

pentngnya belajar bisnis

Sering kita temukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program pilihan belajar. Hal ini terkait jaminan kerja yang minim begitu ia menyelesaikan studinya. Tidak sedikit jumlah pengangguran di negeri kita ini.

Tidak peduli apakah ia mengantongi ijazah atau tidak. Bahkan lulusan sarjana ke atas masih saja kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Lalu,mengapa tidak mencoba berpikir belajar bisnis untuk mengatasi masalah ini?

Langkah pertama untuk menentukan pilihan Anda adalah melakukan riset terhadap diri Anda sendiri. Apakah minat dan kemampuan Anda? Apa yang Anda ingin lakukan dan apa yang baik untuk Anda? Apakah kekuatan dan kelemahan, dan apa yang akan membuat Anda bersemangat?

Bisnis merupakan salah satu bidang yang luas dan memiliki kompensasi yang tinggi. Ia termasuk peringkat sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari lulusan perguruan tinggi. Lulusannya memiliki berbagai kesempatan kerja di sektor swasta, sektor publik dan non-profit.

Belajar bisnis juga menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif, tantangan pemasaran dan penjualan barang atau jasa, kemampuan menangani proyek, negosiasi, dan menghasilkan penjualan.

Jika Anda ingin menjadi wirausahawan dan memulai bisnis Anda sendiri, atau jika Anda ingin menjadi seorang manajer perusahaan, mulailah berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi sebagai langkah persiapan awal yang baik.

Perusahaan yang memiliki karyawan yang berbicara dengan "bahasa" bisnis dan memahami konsep-konsep bisnis dan teknik, maka akan memfasilitasi pelatihan, meningkatkan produktivitas, membantu memfokuskan pada prioritas organisasi dan memberikan kontribusi pada "bottom line."

Anda bisa mulai memeriksa beberapa program sekolah dan memilih program yang memenuhi kebutuhan anda, tantangan anda, yang menurut Anda nyaman. Anda harus menghabiskan banyak waktu, tenaga dan energi untuk berhasil.

Dengan belajar bisnis, Anda memiliki peluang sukses yang besar! Pilihan karir yang hampir tak terbatas dan potensi pendapatan yang sangat baik. Ini adalah area studi yang menggairakan dengan aplikasi praktis untuk kehidupan yang profesional. Ini semua kembali kepada Anda, untuk mengambil kesempatan atau menghilangkannya begitu saja.

Oh ya, jika Anda sudah lewat usia sekolah, maka Anda tidak perlu khawatir untuk belajar bisnis. Ini tidak harus melalui lembaga pendidikan yang formal. Anda bisa mempelajarinya dengan melakukan praktek langsung, mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mencoba berbisnis dari nol, mengikuti forum bisnis, dan masih banyak lagi.

Semakin Anda sering mencoba berbisnis, maka sesungguhnya itu adalah kesempatan paling efektif bagi Anda dalam belajar bisnis. Tidak peduli apakah Anda masih muda atau tua, pria atau wanita, single atau menikah, kesempatan berbisnis terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Peluang berbisnis bisa apa saja. Anda bisa memulainya dari baju, makanan, property, kebutuhan rumah tangga, bahkan produk informasi, atau jasa.

Begitupun dengan kesempatan untuk sukses. Jika Anda mau belajar bisnis, melakukannya dengan sungguh-sungguh, fokus pada bisnis Anda, tidak mudah menyerah, maka yakinlah bahwa sukses sangat dekat dengan Anda. Tinggal Anda mau mewujudkannya atau tidak.






Oleh: AnneAhira.com Content Team

memilih tempat usaha

Memiih jenis usaha yang tepat akan mendukung kesuksesan bisnis kita di masa depan. Salah memilih, sama halnya dengan membuang waktu, tenaga, dan modal usaha.

Ini menjadi pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda bisa berangkat dari minat dan keahlian Anda, maupun disesuaikan kondisi di sekitar lingkungan kita berada. Misalnya, lingkungan keluarga, kantor, perumahan, kampus, dan sebagainya.

Anda tidak perlu mencari ide yang melangit dan susah Anda wujudkan. Berpikirlah sederhana, namun Anda meyakini jenis usaha yang akan Anda jalankan memiliki prospek yang bagus. Bagaimana caranya?

Lakukan analisa SWOT! Ini akan mengukur semua hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh pengusaha sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting dalam menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Berikut cara sederhana yang bisa Anda terapkan :

1. Kekuatan

Telusuri kekuatan yang dimiliki dengan menganalisa hal-hal berikut :
Apakah lokasi usaha cukup strategis?
Apakah sumber bahan baku mudah diperoleh?
Dan berbagai kekuatan yang bisa dimanfaatkan. Sebagai contoh, jika lokasi usaha berada dekat kampus, maka Anda bisa memilih jenis usaha kos-kosan, warnet, rental komputer, dan sebagainya.

2. Kelemahan

Analisa kelemahan yang dimiliki, tanpa perlu memaksakan diri menjalankan jenis usaha yang memang kita tidak mampu melakukannya. Sebagai contoh, Anda tidak perlu membuka usaha warnet jika tidak paham sama sekali masalah komputer dan internet.

3. Peluang

Perhatikan dengan seksama setiap peluang yang dapat dimanfaatkan dan bisa mendatangkan manfaat. Sebagai contoh: membuka jenis usaha makanan di lingkungan perkantoran, dan sebagainya.

4. Ancaman

Amati ancaman yang mungkin terjadi terhadap usaha yang Anda jalankan. Apalagi Terlebih jika ada pesaing yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari Anda. sebagai contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya.

Cobalah untuk selalu jeli melihat setiap peluang yang muncul di sekitar Anda, karena ide melimpah dimana saja. Ada banyak jenis usaha yang bisa Anda pilih, yang bisa jadi sudah ada dalam diri Anda atau bahkan sudah di depan mata.

Berikut beberapa hal yang mungkin bisa Anda jadikan inspirasi untuk memilih jenis usaha :

  • Amati barang-barang di sekeliling Anda dan yang sedang Anda gunakan
  • Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh oleh diri Anda
  • Searching di Internet yang menyediakan informasi bisnis
  • Membaca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
  • Membaca koran, majalah, atau tabloid yang berisikan peluang usaha
  • Membaca yellow pages
  • mengunjungi teman, kenalan, atau sahabat
  • Menghadiri seminar bisnis, pameran bisnis, dan sebagainya.
  • Mengunjungi pusat-pusat inkubator bisnis
  • Mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan restoran waralaba
  • Mengunjungi penemuan baru, pameran dagang, dan pameran-pameran lainnya
  • Kunjungi asosiasi dagang dan bisnis
  • Ikuti pertemuan alumni
  • Dan sebagainya


sumber:

http://www.anneahira.com/

kunci sukses bisnis warnet

Jika dibandingkan dengan peluang usaha yang lain, bisnis warnet bisa dikatakan relatif baru.

Setidaknya bisnis ini sudah berjalan sekitar 14 tahun sejak diluncurkannya internet. Pada awalnya, orang-orang harus rela mengantri hingga luar ruangan untuk mendapatkan fasilitas berinternet.

Namun, seiring bertambah murahnya biaya berlangganan internet, sebagian orang memilih untuk mengakses internet dari rumah. Tantangan nyata dari sebuah bisnis ini adalah menjaga pelanggan agar terus datang kembali. Bagaimana caranya, tentu saja ini yang menjadi pertanyaan utama.

Langkah penting pertama dalam memulai bisnis warnet adalah menentukan model bisnis seperti apa yang ingin Anda adopsi. Ada banyak pilihan. Yang paling konservatif adalah model yang hanya memberikan akses internet.

Pilihan lainnya adalah melayani teh, kopi dan makanan ringan bersama dengan koneksi internet. Anda juga dapat menambahkan servis komputer, bahkan menjual komputer dan komponennya.

Banyak orang yang tertarik membeli waralaba bisnis warnet. Bila Anda membeli franchise, Anda mendapatkan keuntungan dari batas waktu uji coba model bisnis ini dan mengetahui seluk beluknya. Meski demikian, pada akhirnya Anda tetap harus membayar kepada franchisor.

Sebelum memulai bisnis, cobalah membuat rencana bisnis warnet yang solid. Rencana bisnis yang baik harus menetapkan tujuan bisnis, cara untuk mencapai tujuan, kendala yang mungkin terjadi, bagaimana mendapatkan keuntungan lebih, perencanaan dan analisa bisnis.

Jika keadaan memungkinkan, Anda bisa berdiskusi setidaknya dengan tiga pemilik warnet tentang rencana yang akan Anda lakukan.

Cobalah untuk menghubungi pemilik bisnis warnet dari luar kota, sehingga tidak akan ada konflik persaingan di kemudian hari. Jika memungkinkan, tunjukkan rencana bisnis Anda.

Mintalah nasihat untuk mengembangkan usaha dengan efektif, tanpa membuang banyak uang karena ketidaktahuan kita. Jangan ragu untuk menawarkan mereka makan siang atau makan malam sebagai ucapan terima kasih.

Oh ya, modal awal tentu saja memiliki peran sangat penting dalam setiap jenis usaha. Jadi pastikan Anda mendapatkan dana yang cukup sebelum memulai bisnis warnet Anda. Berapa banyak dana yang harus disiapkan? Itu semua tergantung pada model bisnis dan layanan yang Anda tawarkan.

Jika Anda berencana untuk memberikan pelayanan eksklusif seperti permainan, interaksi sosial atau kantor jarak jauh pada bisnis warnet, Anda dapat mengajukan persyaratan modal, seperti untuk membeli komputer, koneksi broadband, perabot yang akan dibeli dan tempat untuk disewa atau diperoleh sekaligus.

Termasuk dalam hal ini anggaran. Lakukan analisis biaya bulanan, proyeksi pendapatan dan keuntungan di masa depan. Anda dapat meningkatkan keuangan melalui investor swasta, perbankan dan lembaga keuangan yang khusus memberikan pinjaman usaha kecil.

Keberhasilan sebuah bisnis warnet tergantung pada bagaimana Anda tetap mengikuti teknologi terbaru. Tren yang terus berganti, terkait berkembangnya pengetahuan dan teknologi, seperti Webcam, video conference dan inovasi seperti VOIP.

Ingat, hidup dan kesejahteraan bisnis ini tergantung pada seberapa baik Anda beradaptasi dengan perubahan tren yang berhubungan dengan komputer dan teknologi.

Cobalah membuat Iklan yang sebisa mungkin menarik perhatian orang ke warnet Anda. Sebarkan kartu bisnis kapan saja ketika Anda memiliki kesempatan. Anda juga dapat menjual keanggotaan dalam hal waktu pemakaian internet.

Masukkan ke dalam sebuah iklan di koran dan website lokal. Terakhir, buatlah permohonan izin usaha untuk menjalankan bisnis warnet. Lakukan evaluasi terhadap semua resiko, lakukan riset pasar dan sesuaikan dengan perubahan tren teknologi.

kunci keberhasilan usaha warnet

Jika dibandingkan dengan peluang usaha yang lain, bisnis warnet bisa dikatakan relatif baru. Setidaknya bisnis ini sudah berjalan sekitar 14 tahun sejak diluncurkannya internet. Pada awalnya, orang-orang harus rela mengantri hingga luar ruangan untuk mendapatkan fasilitas berinternet. Namun, seiring bertambah murahnya biaya berlangganan internet, sebagian orang memilih untuk mengakses internet dari rumah. Tantangan nyata dari sebuah bisnis ini adalah menjaga pelanggan agar terus datang kembali. Bagaimana caranya, tentu saja ini yang menjadi pertanyaan utama. Langkah penting pertama dalam memulai bisnis warnet adalah menentukan model bisnis seperti apa yang ingin Anda adopsi. Ada banyak pilihan. Yang paling konservatif adalah model yang hanya memberikan akses internet. Pilihan lainnya adalah melayani teh, kopi dan makanan ringan bersama dengan koneksi internet. Anda juga dapat menambahkan servis komputer, bahkan menjual komputer dan komponennya. Banyak orang yang tertarik membeli waralaba bisnis warnet. Bila Anda membeli franchise, Anda mendapatkan keuntungan dari batas waktu uji coba model bisnis ini dan mengetahui seluk beluknya. Meski demikian, pada akhirnya Anda tetap harus membayar kepada franchisor. Sebelum memulai bisnis, cobalah membuat rencana bisnis warnet yang solid. Rencana bisnis yang baik harus menetapkan tujuan bisnis, cara untuk mencapai tujuan, kendala yang mungkin terjadi, bagaimana mendapatkan keuntungan lebih, perencanaan dan analisa bisnis. Jika keadaan memungkinkan, Anda bisa berdiskusi setidaknya dengan tiga pemilik warnet tentang rencana yang akan Anda lakukan. Cobalah untuk menghubungi pemilik bisnis warnet dari luar kota, sehingga tidak akan ada konflik persaingan di kemudian hari. Jika memungkinkan, tunjukkan rencana bisnis Anda. Mintalah nasihat untuk mengembangkan usaha dengan efektif, tanpa membuang banyak uang karena ketidaktahuan kita. Jangan ragu untuk menawarkan mereka makan siang atau makan malam sebagai ucapan terima kasih. Oh ya, modal awal tentu saja memiliki peran sangat penting dalam setiap jenis usaha. Jadi pastikan Anda mendapatkan dana yang cukup sebelum memulai bisnis warnet Anda. Berapa banyak dana yang harus disiapkan? Itu semua tergantung pada model bisnis dan layanan yang Anda tawarkan. Jika Anda berencana untuk memberikan pelayanan eksklusif seperti permainan, interaksi sosial atau kantor jarak jauh pada bisnis warnet, Anda dapat mengajukan persyaratan modal, seperti untuk membeli komputer, koneksi broadband, perabot yang akan dibeli dan tempat untuk disewa atau diperoleh sekaligus. Termasuk dalam hal ini anggaran. Lakukan analisis biaya bulanan, proyeksi pendapatan dan keuntungan di masa depan. Anda dapat meningkatkan keuangan melalui investor swasta, perbankan dan lembaga keuangan yang khusus memberikan pinjaman usaha kecil. Keberhasilan sebuah bisnis warnet tergantung pada bagaimana Anda tetap mengikuti teknologi terbaru. Tren yang terus berganti, terkait berkembangnya pengetahuan dan teknologi, seperti Webcam, video conference dan inovasi seperti VOIP. Ingat, hidup dan kesejahteraan bisnis ini tergantung pada seberapa baik Anda beradaptasi dengan perubahan tren yang berhubungan dengan komputer dan teknologi. Cobalah membuat Iklan yang sebisa mungkin menarik perhatian orang ke warnet Anda. Sebarkan kartu bisnis kapan saja ketika Anda memiliki kesempatan. Anda juga dapat menjual keanggotaan dalam hal waktu pemakaian internet. Masukkan ke dalam sebuah iklan di koran dan website lokal. Terakhir, buatlah permohonan izin usaha untuk menjalankan bisnis warnet. Lakukan evaluasi terhadap semua resiko, lakukan riset pasar dan sesuaikan dengan perubahan tren teknologi.

sumber:
http://www.anneahira.com/