Friday, August 13, 2010

Hitung Untung Buka Bisnis Catering

Bisnis catering adalah salah satu bisnis yang menggoda. Selain tak akan pernah kehilangan pangsa pasar, bisnis ini juga menawarkan untung yang cukup menggiurkan. Melakukan perencanaan matang sebelum menggeluti bisnis ini adalah satu keharusan. Berikut poin-poin penting dalam membangun bisnis catering seperti disampaikan Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari kantor Mike Rini & Associates.

Modal
Untuk bisnis catering, modal minimal adalah Rp 10 juta sampai 15 juta. Sebab, bisnis ini memerlukan waktu dan Rp 15 juta cukup untuk tiga bulan ke depan. "Modal menentukan kekuatan, tapi bukan jaminan keberhasilan suatu bisnis. Kemampuan manajerial dan mengelola yang bisa menentukan berhasil atau tidaknya," tekan Mike. Untuk mencapainya bisa dimulai dengan membuat perencanaan.

Perencanaan Pemasaran
Rencana pemasaran diawali dengan riset pasar. Di sini Anda melakukan pengamatan, merancang, meramalkan, dan memroyeksikan untung ruginya bisnis catering. Berapa peluangnya produk diserap pasar dan potensi kenaikan omzet. "Bisnis itu bukan hanya untuk balik modal, tapi untuk mendapatkan keuntungan," tekan Mike.

Anda juga harus menetapkan siapa calon konsumen yang dituju, apakah ibu-ibu pengajian, individu, karyawan perusahaan swasta, pemerintah, atau yang lain.

Kedua, teknik pemasaran. Ini adalah cara menjual, jadi dilihat siapa segmen target yang dituju. Anda main di mana? Di lingkungan sekitar, seperti penutupan pengajian, yang artinya melayani temporer atau makan siang karyawan yang berarti reguler. "Ini harus diputuskan tergantung permodalan dan kapasitas Anda melayani," ucap wanita kelahiran Jakarta, 12 Maret 1974 ini.

Ketiga, Anda juga harus merencanakan cara promosi untuk menarik konsumen. Apakah door to door, menggunakan jasa perantara, pasang iklan, atau publikasi di media dengan membuat suatu artikel.

Perencanaan Produksi
"Bisnis makanan sangat sensitif terhadap rasa, kebersihan, dan harga," aku Mike. Makanya, sebelum itu Anda harus mendesain produk catering yang akan ditawarkan. Apakah prasmanan, paket makan siang, boks, rantangan, bungkus nasi, dessert, atau yang lain. Ini bertujuan agar calon konsumen bisa membayangkan dan melihat cocok tidak jenis ini di mereka.

Perencanaan Keuangan
Ini menyangkut pembelian bahan baku, penyediaan biaya operasional, seperti gaji (honor) karyawan, harian, bulanan, atau mingguan. Biaya over head, seperti listrik, transportasi, telepon, dan promosi. Biaya proses produksi, yakni di luar bahan baku produksi tapi mendukung, seperti gas, kompor, perlengkapan masak, piring, dan lain-lain.

Saran-Saran
- Buatlah makanan yang memiliki ciri khas, sehingga orang mudah mengenalnya. Di sini Anda harus mengetahui kekuatan Anda, apakah masakan oriental, tradisional, Barat, dessert.
- Exspansi boleh dilakukan bila Anda memiliki kemampuan yang mendukung untuk itu, termasuk SDM dan modal. Harus bertahap dan waktunya ditentukan sendiri.
- Penghematan sana-sini, untuk dana minim Anda harus menggunakan aset sendiri seperti tempat dan karyawan. "Misanya rumah sendiri, sebab menyewa tempat mahal.
- Pekerja dari keluarga sendiri yang bisa ditekan honornya begitu juga dengan marketing-nya," papar Mike. (*/dari berbagai sumber)

8 Langkah Membuka Ritel Pakaian Online

Jika Anda khawatir mengenai biaya membuka suatu usaha toko pakaian, cobalah membuka sebuah toko pakaian online karena biayanya dapat ditekan dan menghindari biaya sampingan yang tidak terduga. Pelanggan beralih ke dunia maya untuk membeli barang-barang tertentu, baik untuk mendapatkan jenis barang yang berbeda atau berharga lebih murah daripada di toko pakaian sebenarnya. Toko pakaian online Anda sebaiknya dapat memenuhi dua tuntutan pengunjung intenet tersebut. Selain itu, jika Anda adalah seorang desainer fashion Anda juga dapat menjual pakaian Anda secara online untuk membangkitkan ketertarikan pengunjung secara umum terhadap produk Anda.

Langkah 1
Pilihlah pasar yang akan Anda sasar. Pilihlah sebuah kelompok khusus yang bisa menjadi konsumen pakaian Anda. Misalnya, Anda dapat menjual sebuah pakaian khusus untuk pria, wanita atau anak-anak. Anda dapat juga menyasar konsumen dengan segmen yang lebih sempit , misalnya kelompok wanita menengah atas atau pakaian berkualitas dengan harga terjangkau untuk remaja. Alternatif lainnya ialah menyasar ke jenis pakaian, misalnya pakaian tradisional, pakaian olahraga, atau pakaian kerja. Semakin spesifik target yang Anda bidik, semakin mudah pula Anda mendapatkan pelanggan.

Langkah 2
Temukan penjual grosir yang bersedia menyuplai toko pakaian online Anda. Gunakan penyalur luar negeri seperti Tradekey.com untuk membeli pakaian dengan harga grosir. Sebelum memesan yang lebih banyak, minta sampel pakaian untuk menentukan kualitas dan waktu pengiriman. Beberapa penjual grosir mungkin mengharuskan Anda untuk memesan dalam jumlah minimum tertentu. Setelah memilih penjual grosir tertentu, tanyakan apakah mungkin dilakukan dropshipping sehingga dapat menghemat biaya. “Dropshipping” artinya seorang penjual grosir mengirimkan pakaian kepada pelanggan namun menggunakan nama usaha Anda sebagai alamat pengiriman.

Langkah 3
Carilah desainer fashion potensial dan desainer fashion tekenal yang pakaiannya dapat Anda jual online. Kunjungi sekolah seni dan sekolah desain fashion lainnya untuk berbicara dengan para siswanya yang mungkin telah membuat pakaian mereka sendiri.

Langkah 4
Ambillah foto-foto yang berkualitas untuk pakaian Anda. Pastikan foto tersebut berlatarbelakang yang sesuai untuk menciptakan tampilan profesional dan konsisten pada situs toko online Anda.

Langkah 5
Tuliskan konten bagi situs Anda dengan menggunakan piranti lunak pengolah kata seperti Microsft Word. Gunakan piranti lunak database seperti Microsoft Excel untuk membuat sebuah daftar ukuran, harga, dan warna untuk pakaian Anda. Anda juga dapat menggunakan Excel untuk mengawasi inventarisasi Anda dan juga menyalin dan menempelkan beberapa informasi database ke situs Anda.

Langkah 6
Pekerjakan seorang desainer web freelance dari situs seperti getafreelancer.com atau guru.com untuk mendesain situs e-commerce. Sebuah situs e-commerce merupakan garda depan bagi usaha penjualan pakaian Anda. Belilah sebuah konsep situs jika Anda tidak mau menyewa tenaga desainer web. Konsep itu merupakan kerangka bagi situs yang belum didesain dan membutuhkan Anda untuk menambah konten.

Langkah 7
Bukalah sebuah akun merchant di bank setempat. Sebuah prosesor akun merchant akan memroses kartu kredit atas nama Anda dengan memungut sejumlah uang sebagai biaya transaksi dan beberapa persen dari tiap penjualan. Gunakan PayPal untuk alternatif yang lebih cepat ke akun merchant jika Anda menghendaki situs Anda tertampil lebih cepat.

Langkah 8
Bergabunglah dengan organisasi dan publikasi perdagangan fashion agar senantiasa mendapat perkembangan terbaru dalam dunia fashion dan untuk mmenemukan serta membangun jaringan dengan banyak penjual grosir lainnya. Misalnya, Anda dapat bergabung dengan the American Apparel and Footwear Association, Fashion Group International. (*/AP)
Hijaunya Laba Rumput Gajah
Indonesia adalah negara agraris, dalam arti yang sebenarnya, agraris berarti mata pencaharian sebagian besar dari penduduknya adalah bertani. Agraris meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan. Peternakan sapi adalah salah satu usaha dalam pertanian, baik untuk sapi pedaging maupun sapi perah yang diambil susunya.

Salah satu kendala dalam peternakan baik sapi pedaging maupun sapi perah adalah ketersediaan pakan. Pakan sapi bisa berupa rumput, jerami, pohon pisang, dan lain-lain yang semuanya saat ini sudah semakin sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya lahan akibat konversi lahan yang berlebihan. Lahan pertanian yang tadinya ditanami berbagai komoditi pertanian saat ini diubah menjadi lahan permukiman atau lahan industri yang mengakibatkan adanya penurunan ketersediaan pakan ternak.

rumput_gajahRumput gajah (Arundo formosana) varietas taiwan grass adalah salah satu pakan ternak sapi favorit yang banyak diminta oleh pasar. Ketersediaan rumput gajah di wilayah Bandung dan sekitarnya sebagai pakan ternak saat ini masih sangat dirasakan kurang. Banyak peternak sapi yang mengambil dan membeli rumput jenis ini ke berbagai daerah, bahkan ada yang mencarinya sampai jarak ratusan kilometer dari tempat dia mengembangkan peternakannya.

Sebagai contoh, hasil dari pengamatan kami, KPSBU (Koperasi Peternak Susu Bandung Utara) sebagai penghasil susu terbesar di Bandung, saat ini menanam rumput ini dengan luasan lahan kurang lebih 1000 hektar untuk member makan pakan sekitar 17000 ekor sapi binaannya. Menurut perhitungan KPSBU, untuk mencukupi pakan 17.000 ekor sapi tersebut idealnya KPSBU memiliki lahan 2500 hektar yang ditanami rumput gajah varietas taiwan grass secara monokultur.

Hai ini mengakibatkan KPSBU mencari dan mengambil rumput sampai ke daerah Karawang, Subang, Sumedang dan sekitarnya. Dalam kenyataannya mereka seringkali tidak menemukan rumput, akan tetapi pakan substitusinya yang berupa jerami. Jerami memang bisa menjadi pakan ternak sapi, tapi tentu saja efeknya terhadap sapi perah akan menurunkan kualitas dan kuantitas produksi susu mereka.

Selain KPSBU, kami juga melihat pangsa pasar lain seperti KPSBS (Koperasi Peternak Susu Bandung Selatan), KPS Tanjungsari, peternak sapi di daerah Parakanmuncang, Cijapati, Sumedang, Malangbong, dan Sukabumi yang pada akhirnya kami mendapatkan kesimpulan yang mengejutkan, yaitu pasar sangat kekurangan pakan rumput.

Berdasarkan kondisi di atas, kami melihat suatu peluang usaha pengembangan dan budidaya rumput gajah varietas Taiwan grass untuk mengurangi kekurangan pakan tersebut. Tentu saja untuk memenuhi semua kebutuhan pakan rumput ini memerlukan dana yang tidak sedikit. Dana yang kami miliki hanya cukup untuk memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan pakan di semua peternak. Oleh karena itu kami mengharapkan kerjasama investor untuk mempercepat program usaha budidaya dan pengembangan rumput gajah ini.

Rencana Usaha
Mengapa kami memilih rumput gajah varietas Taiwan grass? Alasannya :

1. Ekonomis
a. Memerlukan biaya yang relative kecil dan hanya satu kali investasi
b. Waktu panen yang cukup cepat (40-90 hari)
c. Rumput adalah tanaman yang hidup dalam berbagai musim, sehingga setiap waktu bisa menghasilkan
d. Tidak memerlukan biaya perawatan yang mahal
e. Penghasilan yang cukup besar dan menguntungkan
f. Membuka lahan kerja baru bagi masyarakat sekitar lahan, sehingga dengan dibukanya pengembangan di suatu daerah, secara otomatis akan menaikkan pendapatan lokal
g. Sebagai penghasilan tambahan akan ditanami juga SUN (Sengon Unggulan Nusantara) yang telah bersertifikat. SUN ini memiliki masa tumbuh yang cepat jika dibandingkan
dengan sengon jenis lokal. Untuk mencapai diameter 30cm dan siap tebang SUN hanya memerlukan waktu 2,5 – 3 tahun. Bandingkan dengan jenis lokal yang harus menempuh
waktu 6-7 tahun untuk mencapai diameter yang sama.

2. Ekologis
a. Menghijaukan dan merehabilitasi lahan kritis. Sebagian besar lahan yang dipakai adalah lahan tidur yang sudah lama tidak ditanami dan dibiarkan oleh pemiliknya. Dengan sistem sewa lahan, selain menguntungkan bagi managemen juga akan memperbaiki lingkungan sekitarnya
b. Menyimpan dan menambah daerah resapan air. Sifat akar dari rumput adalah mengikat air dan tanah sehingga bisa menangkal erosi.

3. Estetis
a. Lahan yang tadinya terlihat gundul dan gersang akan terlihat hijau dan sejuk
b. Penataan penanaman yang diatur sedemikian rupa akan terlihat bagus dan indah
Sejak tanggal 19 Oktober 2009, kami sudah mulai program dan telah menanami sejumlah luasan lahan dengan rumput gajah. Lahan yang telah ditanami rumput gajah varietas Taiwan grassantara lain :
1. 2 hektar di Desa Punclut, Kec. Cidadap, Kota Bandung;
2. 15 hektar di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, yang hingga saat ini masih dalam proses
penanaman sebagai lahan produksi;
3. 1 hektar di Desa Rancakole, Kec. Arjasari Kab. Bandung. Di areal ini dikhususkan untuk pembibitan sebagai penunjang kegiatan produksi, misalkan penanaman baru dan penyulaman.

Untuk pengembangannya kami merencanakan pemusatan penanaman produksi di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka. Karena pada saat ini kami sudah melakukan kerjasama lahan dengan perjanjian sewa kepada pemilik lahan yang bersangkutan selama lima tahun. Lahan yang tersedia seluas 62,5 hektar adalah tanah carik tiga desa, yaitu Desa Melatiwangi, Desa Girimekar, dan Desa Jatiendah Kabupaten Bandung. Pengembangan akan dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar dan ketersediaan lahan. (*/Matabumi)
Yuk Berkreasi dengan Limbah Plastik

Kreasi dari limbah plastik ini, selain mengurangi tumpukan sampah juga bisa menambah penghasilan. Anda bisa menyulap sampah plastik ini menjadi tas, dompet, sandal, bahkan celemek. Menurut buku ‘Inspirasi dari Limbah Plastik’ oleh Julianti Hermono, jika ingin memanfaatkan limbah plastik di sekitar rumah, ikuti tips di bawah ini:

Jika ingin membuka kemasan plastik (kemasan produk pelembut pakaian, sabun cuci piring, cairan pewangi ruangan, dll), usahakan untuk mengguntingnya dengan rata. Bila produk sudah habis, bersihkan plastik di bawah air mengalir. Jika kemasan plastik yang berasal dari produk minyak goreng, sebelumnya isi plastik dengan air yang dicampur dengan irisan jeruk nipis. Jika sudah dibersihkan, jemur kemasan plastik dan keringkan. Setelah itu lap kemasan hingga benar-benar kering dan bersih. Kemudian jahit kemasan-kemasan hingga membentuk kain besar. Lalu, Anda bisa membentuk pola sesuka hati. Untuk menjahit sebaiknya gunakan jarum yang bernomor 14, 16, dan 18. Jenis benang yang bisa digunakan adalah nilon atau katun. Setelah itu, bentuk sesuai keinginan.

produk_limbah_plastikPola dan desain dapat dicontoh dari buku ‘Inspirasi dari Limbah Plastik’. Dalam bisnis limbah biasanya terkandung tiga dimensi sekaligus yakni dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan.

Seorang pemilik rumah di sebuah perumahan kebingungan untuk membuang puing-puing bangunan rumahnya yang sedang direnovasi. Solusi instannya, ia menumpuk semua puing itu di taman depan rumahnya. Tak lama kemudian ia mendapat komplain dari para tetangganya, karena tumpukan puing tersebut “merusak mata.”

Seorang pria, sebut saja namanya Mancung, berinisiatif untuk membuang puing tersebut dengan imbalan Rp 20 ribu per tiga gerobak. Kemudian kepada warga lain yang membutuhkan tanah urugan ia menawarkan dengan harga Rp 20 per tiga gerobak. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, demikian akal jeli Mancung.

Aktivitas Mancung di sebuah perumahan tersebut menggambarkan bahwa limbah pada satu sisi membawa suatu masalah tetapi pada sisi lain juga sangat dibutuhkan. Dan fenomena dua sisi mata uang ini hampir mirip untuk semua jenis kategori limbah: limbah dibuang, limbah disayang.

Aktivitas bisnis dengan “komoditi” limbah bukan hal yang baru lagi. Namun seiring waktu, jenis kategori limbah yang bisa dibisniskan juga terus bertambah. Limbah plastik, misalnya, awalnya orang hanya tertarik menekuni bisnis limbah plastik non-film, seperti botol plastik bekas minuman dan bekas ember.

Namun belakangan limbah plastik yang semula masuk kategori sampah (seperti bekas plastik kresek dan plastik tipis lainnya) sudah mulai dimanfaatkan dan diolah untuk menjadi bahan baku pembuatan plastik. Salah satu pengusaha yang menekuni bisnis plastik sampah ini adalah Herman Sutirto.

Seperti pada umumnya bisnis limbah, pengolahan limbah sampah plastik milik Herman ini memiliki dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Dari sisi ekonomi bisnis ini jelas memilikiadded value tinggi. Dari sisi soial, bisnis ini bisa membuka lapangan kerja bagi para pemulung, penampung, bandar sampah plastik, maupun para pemasok yang berhubungan langsung dengan perusahaan daur ulang sampah. Dari sisi lingkungan, bisnis ini bisa mengurangi bahkan memecahkan masalah penumpukan sampah plastik. Padahal jenis sampah ini tidak bisa diuraikan sehingga akan menjadi polutan yang berbahaya bagi tanah.

Untuk menimbulkan efek multiplier yang lebih besar Herman bahkan sudah melangkah lebih jauh lagi dengan menggandeng BE BOSS untuk mewaralabakan bisnisnya. Sehingga dengan semakin banyaknya jenis bisnis ini secara otomatis akan menciptakan duplikasi yang lebih cepat dalam dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan seperti yang telah disebutkan di atas.

Pemanfaatan limbah yang relatif baru adalah limbah alumunium foil. Di tangan Slamet Riyadi limbah alumunium foil bisa disulap menjadi barang kerajinan. Sudah pasti setelah melalui olah kreasi limbah alumunium foil yang berasal dari bekas kemasan makanan atau minuman ringan, tube pasta gigi, pestisida dan sejenisnya ini memilikiadded value yang sangat besar. Slamet secara jujur menyebutkan keuntungan menekuni bisnis ini bisa tembus 100%.

Sementara itu jika dilihat dari dimensi sosialnya, usaha yang digeluti Slamet ini bisa membuka lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga, dan orang-orang lansia di lingkungan sekitar Slamet. Dari sisi lingkungan, dengan adanya bisnis ini kemasan-kemasan makanan dan minuman ringan, kemasan pasta gigi, pestisida, susu dan lain sebagainya tidak akan berserakan lagi. Itu sebabnya, usaha yang didirikan pria kelahiran Cirebon ini juga mendapat dukungan positif dari LSM Lingkungan.

Lain lagi kejelian T. Yustina, pemimpin sekaligus pengajar Lembaga Pendidikan Jaya Beauty School. Ketika ia melihat shuttlecock berserakan di lapangan bulu tangkis timbul idenya untuk mengubahnya menjadi kerajinan ondel-ondel yang eksotik. Sebelum ia mewujudkan idenya ini, hampir-hampirshuttlecock bekas ini tidak memiliki nilai ekonomis.

Karena tertarik dengan ide kreatifnya ini, sejumlah instansi ikut memberikan perhatian dan dukungan terhadap usaha Yustina, di antaranya pemberianstand gratis dari Pemda DKI ketika berlangsung suatu pameran di wilayah ini. Keterampilan mengubah shuttlecock menjadi kerajinan ini juga ia tularkan kepada anak-anak yang tidak mampu secara gratis.

Dalam soal menyulap limbah menjadi karya seni, Erwan dan Nurus tidak mau ketinggalan. Lebih unik lagi, Erwan dan Nurus memanfaatkan daun-daun yang benar-benar tidak memiliki nilai ekonomis. Daun-daun berserakan yang mengotori jalan dan pekarangan ini diubahnya menjadi berbagai kerajinan.

Namun sebagai sebuah karya seni, daun memiliki sifat rapuh sehingga harus dibarengi dengan bahan-bahan tambahan lainnya. Fungsi daun dalam seni yang diciptakan Erwan dan Nurus adalah sebagai hiasan. Kesan antik dan etnik langsung terlihat dalam karya seni Erwan dan Nurus. Lantaran kesan antik dan etnik ini keduanya berencana untuk mengekspor karyanya ke Dubai.

Yang secara ekonomi paling merasa tertolong dalam memanfaatkan barang bekas atau limbah ini adalah Joko Santosa dari Yogyakarta. Sempat bangkrut ketika menggeluti bisnis penggilingan padi, kehidupan Joko sontak berubah setelah mengubah haluan bisnisnya dengan menjadi juragan kertas bekas.

Bukan hanya tungku dapur keluarganya saja yang bisa berdiri tegak dan mengepul tiap hari, 40 tenaga kerjanya pun ikut menikmati manisnya bisnis ini. Tetapi sebelum mengecap manisnya hasil, Joko memulainya dari bawah. Mula-mula ia bergerilya mencari kertas dari pasar ke pasar. Selain masih sulit mengumpulkan kertas dalam jumlah yang besar, penjualannya pun tidak mudah. Maklum, ketika ia merintis usaha itu pada 1993, belum banyak perusahaan yang mendaur ulang kertas.

Alah bisa karena biasa, lancar kaji karena diulang. Itu juga yang dialami Joko dalam menggelindingkan bisnisnya. Dengan semakin bertambahnya waktu, membuat “penciuman” Joko tajam untuk melihat peluang-peluang bisnis kertas bekas. Joko berpikir, bahwa dirinya tidak secara terus menerus bergerilya dari pasar ke pasar jika ingin bisnis maju.

Ia mulai melirik kertas-kertas bekas di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Kantor jelas merupakan tempat berburu kertas bekas yang ideal. Tetapi ternyata tak mudah untuk mendapatkan kertas-kertas bekas dari kantor, lantaran banyak dokumen-dokumen penting yang tidak bisa sembarangan tersebar ke publik. Inilah tantangan Joko. Namun ia tak menyerah. Ia yakin, sekali berhasil pasti keberhasilan lainnya akan segera menyusul.

Benar saja. Ketika ia berhasil membeli kertas bekas dari kantor Bulog, kantor-kantor yang lain pun dengan mudah diyakinkan untuk menjual kertas bekas kepadanya. Sejak itu, bisnis terus berkibar. Bagaimana tidak, ia membeli dengan harga rendah tetapi menjual dengan harga tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh bisa di atas 100%.

Ketika muncul pesaing-pesaing baru pun, bisnis Joko tak tergoyahkan. Namu ia akui, dengan semakin banyak pesaing membuat profitnya tergerus. Hukum ekonomilah yang bekerja, ketika banyak pemasok maka perusahaan daur ulang kertas bekas akan memilih pemasok yang memiliki harga terendah. Maka secara otomatis Joko akan mengurangi profitnya agar bisa tetap kompetitif.

Dari gambaran di atas kita bisa melihat bahwa berbisnis limbah dari hari ke hari akan terus berkembang. Saat ini masih banyak sampah yang kelihatannya tak bernilai, bahkan menimbulkan permasalahan. Namun sejatinya, dengan kejelian sampah-sampah tersebut bisa dimanfaatkan baik sebagai bahan baku sebuah industri maupun sebagai bahan baku barang-barang kerajinan.

Cobalah Anda lihat limbah di sekeliling lingkungan Anda. Barangkali salah satu di antaranya akan menjadi jalan untuk menghantarkan Anda menuju ke tangga kesuksesan seperti mereka-mereka yang telah menggeluti sampah sebagai pintu menggapai rejeki yang berlimpah ruah. (*/suaramedia)